Sabtu, 28 Februari 2009

PROSPEK PERTANIAN ORGANIK DI INDONESIA


Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan Back to Nature telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.

Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Peluang Pertanian Organik di Indonesia

Luas lahan yang tersedia untuk pertanian organik di Indonesia sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 25,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2000). Pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia dan mempunyai aksesibilitas yang baik. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang belum diusahakan, tetapi secara umum lahan demikian kurang subur. Lahan yang subur umumnya telah diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk dan pestisida kimia. Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.

Volume produk pertanian organik mencapai 5-7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplay oleh negara-negara maju seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea.

Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain: 1) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik, 2) perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia, 3) belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.

Areal tanam pertanian organik, Australia dan Oceania mempunyai lahan terluas yaitu sekitar 7,7 juta ha. Eropa, Amerika Latin dan Amerika Utara masing-masing sekitar 4,2 juta; 3,7 juta dan 1,3 juta hektar. Areal tanam komoditas pertanian organik di Asia dan Afrika masih relatif rendah yaitu sekitar 0,09 juta dan 0,06 juta hektar.

Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Hal ini karena berbagai keunggulan komparatif antara lain : 1) masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik, 2) teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati dan lain-lain.

Pengembangan selanjutnya pertanian organik di Indonesia harus ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar global. Oleh sebab itu komoditas-komoditas eksotik seperti sayuran dan perkebunan seperti kopi dan teh yang memiliki potensi ekspor cukup cerah perlu segera dikembangkan. Produk kopi misalnya, Indonesia merupakan pengekspor terbesar kedua setelah Brasil, tetapi di pasar internasional kopi Indonesia tidak memiliki merek dagang.

Pengembangan pertanian organik di Indonesia belum memerlukan struktur kelembagaan baru, karena sistem ini hampir sama halnya dengan pertanian intensif seperti saat ini. Kelembagaan petani seperti kelompok tani, koperasi, asosiasi atau korporasi masih sangat relevan. Namun yang paling penting lembaga tani tersebut harus dapat memperkuat posisi tawar petani.

Pertanian Organik Modern

Beberapa tahun terakhir, pertanian organik modern masuk dalam sistem pertanian Indonesia secara sporadis dan kecil-kecilan. Pertanian organik modern berkembang memproduksi bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan sistem produksi yang ramah lingkungan. Tetapi secara umum konsep pertanian organik modern belum banyak dikenal dan masih banyak dipertanyakan. Penekanan sementara ini lebih kepada meninggalkan pemakaian pestisida sintetis. Dengan makin berkembangnya pengetahuan dan teknologi kesehatan, lingkungan hidup, mikrobiologi, kimia, molekuler biologi, biokimia dan lain-lain, pertanian organik terus berkembang.

Dalam sistem pertanian organik modern diperlukan standar mutu dan ini diberlakukan oleh negara-negara pengimpor dengan sangat ketat. Sering satu produk pertanian organik harus dikembalikan ke negara pengekspor termasuk ke Indonesia karena masih ditemukan kandungan residu pestisida maupun bahan kimia lainnya.

Banyaknya produk-produk yang mengklaim sebagai produk pertanian organik yang tidak disertifikasi membuat keraguan di pihak konsumen. Sertifikasi produk pertanian organik dapat dibagi menjadi dua kriteria yaitu:

a) Sertifikasi Lokal untuk pangsa pasar dalam negeri. Kegiatan pertanian ini masih mentoleransi penggunaan pupuk kimia sintetis dalam jumlah yang minimal atau Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), namun sudah sangat membatasi penggunaan pestisida sintetis. Pengendalian OPT dengan menggunakan biopestisida, varietas toleran, maupun agensia hayati. Tim untuk merumuskan sertifikasi nasional sudah dibentuk oleh Departemen Pertanian dengan melibatkan perguruan tinggi dan pihak-pihak lain yang terkait.

b) Sertifikasi Internasional untuk pangsa ekspor dan kalangan tertentu di dalam negeri, seperti misalnya sertifikasi yang dikeluarkan oleh SKAL ataupun IFOAM. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain masa konversi lahan, tempat penyimpanan produk organik, bibit, pupuk dan pestisida serta pengolahan hasilnya harus memenuhi persyaratan tertentu sebagai produk pertanian organik.

Beberapa komoditas prospektif yang dapat dikembangkan dengan sistem pertanian organik di Indonesia antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, tanaman rempah dan obat, serta peternakan, (Tabel 2). Menghadapi era perdagangan bebas pada tahun 2010 mendatang diharapkan pertanian organik Indonesia sudah dapat mengekspor produknya ke pasar internasional.

Komoditas yang layak dikembangkan dengan sistem pertanian organik
Tanaman Pangan: Padi
Hortikultura Sayuran: brokoli, kubis merah, petsai, caisin, cho putih, kubis tunas, bayam daun, labu siyam, oyong dan baligo.
Buah: nangka, durian, salak, mangga, jeruk dan manggis.
Perkebunan: Kelapa, pala, jambu mete, cengkeh, lada, vanili dan kopi.
Rempah dan obat: Jahe, kunyit, temulawak, dan temu-temuan lainnya.
Peternakan: Susu, telur dan daging.

Sumber :
http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/17/
28 Feb 2009

2 komentar:

  1. Dear Friends,
    Ini tentang : PUPUK ORGANIK NASA
    dari PT. NATURAL NUSANTARA “NASA”
    Berdiri 1 Oktober 2002 di Yogyakarta
    Visi Misi “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN”
    Slogan Bersama Menuju Masa Depan Lebik Baik
    Bergerak dalam bidang usaha
    DISTRIBUSI PRODUK
    PERTANIAN
    PETERNAKAN
    PERIKANAN
    PERKEBUNAN
    KESEHATAN
    PRODUK KEBUTUHAN SEHARI-HARI
    Dimana Sifat Produknya:
    1. Dibutuhkan Banyak Orang
    Karena sebagian besar masyarakat indonesia berprofesi sebagai Petani.
    2. Berkwalitas
    Produk dari nasa tidak kalah bersaing dengan produk luar negri karena sudah terbukti dengan uji coba di Lab Pantai Pandansimo,bantul.Yogyakarta dimana lahan pasir yang tidak mungkin bisa ditanami karena miskin unsur hara terbukti dengan produk nasa mampu menghijaukan tepi pantai tersebut dengan aneka tanaman/komoditi., dengan hasil yang optimal. Dan sudah diRekomendasi Bapak Ir Anton Apriantono (Mentri Pertanian Indonesia)
    3. Harga Terjangkau
    Yang dimaksud disni adalah bukan mahal atau murahnya tetapi daya beli masyarakat indonesia mampu menjangkaunya.
    4. Sifatnya Produktif
    Maksudnya Dengan memakai produk nasa akan memberikan add value(nilai tambah) bagi penguna. contoh : dulu petani yang belum memakai produk nasa hanya mampu menghasilkan 4Ton/Ha tetapi dengan ditambahnya produk nasa bisa meningkat 2 ton diawal pemakaian(Untuk komoditi padi).
    5. Habis Pakai
    Dengan demikian akan terjadi Repeat Order(pembelanjaan berulang)
    misal jika petani dengan memakai produk nasa ada kenaikan hasil panen maka musim tanam berikutnya petani pasti belanja pupuk lagi dan lagi.
    Sehingga akan menciptakan konsumen yang fanatik dan selalu membeli
    serta terikat sistem. maka OMZET BERKENISAMBUNGAN PENGHASILAN BERKESINANMBUNGAN(PASIF INCOME).
    Untuk pupuk Nasa sudah di Uji coba ditepi pantai pandansimo Yogyakarta dengan jarak 20Km dari bibir pantai. hasil sangat luarbiasa padahal media murni pasir Untuk padi Rojolele mampu hingga 7TON dengan waktu 4,5bulan. bagaimana jika dilahan Normal?! silahkan membuktikannya.!
    Diposkan oleh Seorang Entrepreneur Muda di 22:41 0 komentar
    BAGAIMANA CARA MENJADI AGEN/DISTRIBUTOR NASA
    Bagi siapapun yang tertarik untuk menjadi agen wilayah/distributor produk NASA caranya sangat mudah.
    1. Mengajukan permohonan menjadi distributor kepada PT. Natural Nusantara.
    2. Mengisi Formulir Pengajuan atau mengirimkan data diri via email atau sms.
    3. Membayar Administrasi Rp. 150.000,-
    4. Mengikuti aturan Order
    a)Order wilayah Jawa min Rp. 1.500.000 (Produk sesuai permintaan)
    b)Order wilayah Luar Jawa min Rp. 3.000.000 (Produk sesuai permintaan, ada pengantian jika terjadi kerusakan tanpa menambah biaya sepeserpun.)
    5. Anda sudah sah sebagai distributor resmi NASA dengan adanya bukti Kartu Anggota Distributor.
    Transfer via Bank. Selanjutnya produk akan dikirim ke alamat tujuan tanpa dikenakan bea kirim.
    APA KEUNTUNGAN ?
    PT. NATURAL NUSANTARA (NASA) menyediakan keuntungan dalam bentuk selisih Harga Distributor - Harga Konsumen (HD - HK) sebesar kurang lebih 15% - 20 %.
    Selain daripada itu distributor akan mendapatkan royalty dari prestasi omzet yang tercipta di lapangan.
    Formulir Pendaftaran________
    Nama lengkap_____________
    Alamat surat menyurat______
    Tempat Tanggal Lahir_______
    No KTP_________________
    Telepon_________________
    Jenis kelamin_____________
    status__________________
    Nama istri_______________
    Tanggal lahir_____________
    No KTP_________________
    Nama anak______________
    Tanggal Lahir____________
    No Rek ________________
    Formulir dikirim di email: omyosa@gmail.com

    Diposkan oleh Seorang Entrepreneur Muda di 22:39 0 komentar
    Sabtu, 2008 September 06
    DICARI MITRA AGEN/ DISTRIBUTOR PUPUK NASA
    Kami adalah distributor PT. Natural Nusantara (NASA). NASA bergerak dalam bidang distribusi produk-produk AGROKOMPLEK (Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Kehutanan). Seiring perkembangan tren agro saat ini, terlihat ledakan yang sangat dahsyat di bidang agro khususnya tanaman hias. Melihat fenomena ini, tentu merupakan peluang bisnis yang sangat terbuka sangat lebar bagi siapapun untuk terlibat dalam seluruh rangkaian bisnis ini.
    NASA mempunyai produk-produk yang berkualitas tinggi dan telah banyak teruji di lapangan, termasuk di kalangan penghobi tanaman hias. Berdasarkan kesaksian dari para pecinta tanaman hias yang sudah menggunakan produk NASA, mereka telah membuktikan secara langsung produk-produk NASA dalam membantu proses perbanyakan tunas untuk tanaman jenis aglaonema. Bahkan produk NASA juga membantu dalam proses pembentukan tongkol untuk tanaman jenis anthurium.
    NASA mempunyai keunggulan dalam membantu merangsang pertumbuhan daun, batang, bunga, dan akar. Bahkan dengan penggunaan produk NASA tampilan tanaman menjadi lebih menarik, dan tentu saja secara otomatis turut berperan dalam mendongkrak harga jual.
    Di samping itu NASA juga membantu para penghobi tanaman hias dalam menghindarkan tanaman yang mereka cintai dari serangan busuk akar, jamur, kutu-kutuan, dan penyakit lainnya. Sebab NASA mempunyai produk-produk pengendali hama organik dan agensia hayati berbasis spora.
    Untuk lebih memasyarakatkan produk-produk NASA, kami membuka kesempatan kepada setiap orang untuk bergabung bersama kami sebagai Agen wilayah ataupun distributor resmi NASA di semua daerah di seluruh NUSANTRA.
    ingin liat lebih lengkap buka naturalnusantara.co.id
    Yth. Saudaraku para pecinta agribisnis
    Jika Saudaraku butuh Produk NASA, yaitu berupa pupuk organic, untuk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan bisa pesan ke kami, antara lain untuk wilayah:
    1. Jakarta Selatan, di Agen Rudy Makhyudin RT 11 RW 04 Rawajati, Pancoran Jakarta Selatan atau sms ke 021-91719495
    2. Karawang-Jawa Barat, di Agen Dedy, atau sms ke 085691526137
    3. Garut-Jawa Barat, di Agen Uhud, Malangbong, atau sms ke 081320109152
    4. Garut-Jawa Barat, di Agen Apud, Limbangan, atau sms ke 085216895621
    Terimaksih
    omyosa

    BalasHapus